Indonesia kaya akan potensi pariwisata, termasuk di dalamnya potensi alam dan budaya. Jika dikembangkan dengan baik, akan bisa mengangkat nama Indonesia ke dunia Internasional. Namun potensi-potensi ini belum sepenuhnya tersentuh, bahkan ada yang terbengkalai. Keterbatasan informasi, aksesibilitas yang sulit, serta kurangnya pengolaan menjadi sederet alas an kenapa ada beberapa daerah yang potensial namun belum berkembang sector pariwisatanya. Daerah semacam ini bak surga tersembunyi yang menanti tuk dikenali.
Ekspedisi kali ini merupakan ekspedisi yang tak terduga sebelumnya. Karena awalnya planning kami akan ber-ekspedisi menyusuri Taman Nasional Baluran tepatnya di ujung timur Kabupaten Situbondo yang menyimpan puluhan pantai dan padang savana yang masih perawan atau jarang yang mengunjunginya bahkan belum pernah dikunjungi oleh manusia sebelumnya.Ternyata takdir berkata lain. Disaat kami kumpul untuk memulai perjalanan tepatnya di Pendopo Alun-alun Situbondo terdapat perubahan pikiran.
“Bro, ini nanggung kalo cuman mau ekspedisi ke TN. Baluran. Soalnya libur kita lama kan. Lagian TN. Baluran sudah sering kita kunjungi, semmak pole bik dinnak. Bremma mon ka Teluk Ijo lah, yan” kata Rananda dan Prep. Saya, Arief, Sigit dan Adit tak banyak berpikir. Hanya memikirkan duit cukup apa nggak, kendaraan memadai ato nggak, logistic cukup ato nggak. Lagi pula sebelum berencana ke TN. Baluran saya pernah berencana untuk berekspedisi ke Teluk Hijau (green bay)yang terletak di Taman Nasional Meru Betiri, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Sehingga saya sudah pernah survey medan via internet.
Setelah kami memeriksa kendaraan, ongkos, dan logistik, laluu kami putuskan…oke, bhudal gan!. Karena perjalanan menuju TN. Meru Betiri melalui medan lintas yang sangat berat, jalan rusak berbatu, dan tanjak menikung. Jadi ga boleh asal bawa kendaraan kesana men.
Dengan ucapan bismillahirrohmanirrohim, kami pun berangkat dari Situbondo mengendarai sepeda motor pada pukul 08.15 WIB tanggal 15 Maret 2014. Saya dengan Adit mengendarai CB 150R, Rananda dngn Prep mengendarai Vario, dan Arief dengan Sigit mengendarai Jupiter MX. Kami saling berboncengan dan saling bergantian menjadi supir.
Sebelum sampai di Banyuwangi kami mampir ke rumah Nanok terlebih dahulu di Asembagus untuk mengambil tenda milik sekolah yang akan kami pinjam buat ngecamp disana. Di asembagus saja kami sudah kesasar sampai ke awar-awar padahal rumah Si Nanok ga sampe Awar-awar. Ini gara-gara ga ada yang tau rumahnya dimana dan ga ada yang punya no hpnya. Kebetulan waktu itu Nanok lagi di depan rumahnya, jadi ketemu sama kami.
Tak lama kami langsung ngejoss ke Banyuwangi membawa karier yang berat dengan bersepeda motor. :D bukan hal yang biasa bagi kami. Ini merupakan pertama kali kami bersepeda motor jauh sambil menggunakan karier. Biasanya sih sering naik kendaraan umum, soalnya bisa tidur..hehe :D
Tepat pada pukul 12 siang kami berada di Kecamatan Bangerejo, Banyuwangi. Istirahat sejenak sambil minum es dawet di pinggir jalan. Tanya-tanya ke orang setempat tentang teluk hijau. “Pak, kalo mau ke Teluk Hijau darisini kira-kira berapa jaraknya?” Tanya saya. “Ke Teluk Hijau kira-kira 50km-an, dek. Darisini kamu terus ke Selatan sampai ada lampu merah pertama terus ikuti petunjuk jalan ke Pulau Merah” Kata bapak tersebut. Ternyata masih jauh, men. Tapi, kami masih semangat melanjutkan perjalanan walau belum makan siang.
Sebelum kami sampai di TN. Meru Betiri, kami melewati sebuah perkebunan yang sangat indah. Di setiap pinggiran jalan terdapat bunga warna-warni yang hidup subur yang membuat mata, hati, dan pikiran kami kembali segar. Ada keunikan di perkebunan ini. Yaitu, ada satu jenis pohon yang miring ke arah yang sama dengan pohon-pohon lainnya. Ini membuat saya penasaran kenapa bisa begitu :D
Setelah melewati perkebunan yang sangat indah, disinilah kesabaran kami diuji oleh Tuhan. Kami menyusuri jalan rusak, berbatu dan lubang yang tak begitu lebar sejauh 35 km dengan bersepeda motor. Untung saja waktu tak hujan, jadi jalan tak berlumpur. Tiap ada persimpangan jalan kami selalu bertanya kepada warga setempat biar ga kesasar. Karena disana gak ada marka menuju TN. Meru Betiri.
35 km kami tempuh, sampai juga kami di POS 1 TN. Meru Betiri pada pukul 14.30. Disana kami mengurus administrasi untuk nge-camp satu malam di Rajegwesi. Kemudian kami sejenak istirahat, shalat, makan, dan mandi di base camp TN. Meru Betiri.

Perut kenyang, badan bersih..lanjut perjalanan ke Tempat nge-camp. Perjalanan dari POS 1 ke tempat camp gak begitu jauh hanya 1 km saja. Untuk sampai ke tempat nge-camp kami harus menyusuri beberapa hamparan pantai yang indah luas dan menawan terlebih dahulu. Diantaranya, pantai rajegwesi, pantai cermin, dan satu pantai tanpa nama.
Ini masih belum sampai tujuan utama saja sudah disuguhi pemandangan yang sangat eksotis. Gimana kalo sudah di green bay-nya. Yang pasti lebih dari ini semua :D

Beberapa pantai telah kami susuri..dan sampai juga di tempat nge-camp jam 16.45. Disana kami langsung mendirikan tenda untuk tempat bernaung satu malam. Selagi menunggu magrib tiba kami menikmati indahnya matahari terbenam dari padang savanna dan diiringi suara-suara kepik yang saling bersahutan di hutan.

Matahari pun mulai menghilang ke ufuk barat. Kami kembali ke tenda untuk beribadah dan menyiapkan makan malam kami. Makannya sangat sederhana, hanya dengan roti bakar, mie instant, dan minum susu di bawah sinar sang bulan purnama yang terang sudah cukup untuk energi kita semalam dan mendaki bukit menuju teluk hijau esok pagi.
Tak terasa, malam mulai larut. Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Kami berenam tepar semua dan tidur untuk menyimpan tenaga buat perjalanan besok pagi.
*Krriiiiiiiiiiiiiiinnnnnnggggggggggggg* alarm berbunyi. Gak kerasa, tidur rasanya kayak yang sebentar banget. Mungkin karna terlalu capek. Saya lihat jam tangan udah jam 3 pagi. Kami semua langsung bangun dari tidur, mulai mem-pack barang kami masing-masing dan membongkar tenda.
Target kami pada saat matahari terbit, kami harus sudah sampai di teluk hijau. Maka kami mulai berjalan menuju teluk hijau melewati bebatuan berlenggak lenggok, mendaki bukit, dan menyusuri beberapa pantai dengan pencahayaan seadanya.

Eksotis men pantainya.. bener-bener hijau. Sesuai dengan namanya “Teluk Hijau”. Dengan pasir yang sangat putih belum ternodai oleh tangan-tangan jahil men, disana juga terdapat sebuah air terjun dengan ketinggian 9 meter yang mengalirnya hanya pada bulan-bulan tertentu karna musiman.
Akhirnya pukul 8 pagi setelah kami berenam puas foto-foto, berenang, dan menikmati indahnya panoramana alam ciptaanNYA dengan berjuta rasa capek dan berjuta kenangan. Kami meninggalkan jejak kaki, mengambil foto, dan telah membunuh waktu di TN. Meru Betiri.
Ekspedisi kali ini merupakan ekspedisi yang tak terduga sebelumnya. Karena awalnya planning kami akan ber-ekspedisi menyusuri Taman Nasional Baluran tepatnya di ujung timur Kabupaten Situbondo yang menyimpan puluhan pantai dan padang savana yang masih perawan atau jarang yang mengunjunginya bahkan belum pernah dikunjungi oleh manusia sebelumnya.Ternyata takdir berkata lain. Disaat kami kumpul untuk memulai perjalanan tepatnya di Pendopo Alun-alun Situbondo terdapat perubahan pikiran.
“Bro, ini nanggung kalo cuman mau ekspedisi ke TN. Baluran. Soalnya libur kita lama kan. Lagian TN. Baluran sudah sering kita kunjungi, semmak pole bik dinnak. Bremma mon ka Teluk Ijo lah, yan” kata Rananda dan Prep. Saya, Arief, Sigit dan Adit tak banyak berpikir. Hanya memikirkan duit cukup apa nggak, kendaraan memadai ato nggak, logistic cukup ato nggak. Lagi pula sebelum berencana ke TN. Baluran saya pernah berencana untuk berekspedisi ke Teluk Hijau (green bay)yang terletak di Taman Nasional Meru Betiri, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Sehingga saya sudah pernah survey medan via internet.
Setelah kami memeriksa kendaraan, ongkos, dan logistik, laluu kami putuskan…oke, bhudal gan!. Karena perjalanan menuju TN. Meru Betiri melalui medan lintas yang sangat berat, jalan rusak berbatu, dan tanjak menikung. Jadi ga boleh asal bawa kendaraan kesana men.
Dengan ucapan bismillahirrohmanirrohim, kami pun berangkat dari Situbondo mengendarai sepeda motor pada pukul 08.15 WIB tanggal 15 Maret 2014. Saya dengan Adit mengendarai CB 150R, Rananda dngn Prep mengendarai Vario, dan Arief dengan Sigit mengendarai Jupiter MX. Kami saling berboncengan dan saling bergantian menjadi supir.
Sebelum sampai di Banyuwangi kami mampir ke rumah Nanok terlebih dahulu di Asembagus untuk mengambil tenda milik sekolah yang akan kami pinjam buat ngecamp disana. Di asembagus saja kami sudah kesasar sampai ke awar-awar padahal rumah Si Nanok ga sampe Awar-awar. Ini gara-gara ga ada yang tau rumahnya dimana dan ga ada yang punya no hpnya. Kebetulan waktu itu Nanok lagi di depan rumahnya, jadi ketemu sama kami.
Tak lama kami langsung ngejoss ke Banyuwangi membawa karier yang berat dengan bersepeda motor. :D bukan hal yang biasa bagi kami. Ini merupakan pertama kali kami bersepeda motor jauh sambil menggunakan karier. Biasanya sih sering naik kendaraan umum, soalnya bisa tidur..hehe :D
Tepat pada pukul 12 siang kami berada di Kecamatan Bangerejo, Banyuwangi. Istirahat sejenak sambil minum es dawet di pinggir jalan. Tanya-tanya ke orang setempat tentang teluk hijau. “Pak, kalo mau ke Teluk Hijau darisini kira-kira berapa jaraknya?” Tanya saya. “Ke Teluk Hijau kira-kira 50km-an, dek. Darisini kamu terus ke Selatan sampai ada lampu merah pertama terus ikuti petunjuk jalan ke Pulau Merah” Kata bapak tersebut. Ternyata masih jauh, men. Tapi, kami masih semangat melanjutkan perjalanan walau belum makan siang.
Sebelum kami sampai di TN. Meru Betiri, kami melewati sebuah perkebunan yang sangat indah. Di setiap pinggiran jalan terdapat bunga warna-warni yang hidup subur yang membuat mata, hati, dan pikiran kami kembali segar. Ada keunikan di perkebunan ini. Yaitu, ada satu jenis pohon yang miring ke arah yang sama dengan pohon-pohon lainnya. Ini membuat saya penasaran kenapa bisa begitu :D
Setelah melewati perkebunan yang sangat indah, disinilah kesabaran kami diuji oleh Tuhan. Kami menyusuri jalan rusak, berbatu dan lubang yang tak begitu lebar sejauh 35 km dengan bersepeda motor. Untung saja waktu tak hujan, jadi jalan tak berlumpur. Tiap ada persimpangan jalan kami selalu bertanya kepada warga setempat biar ga kesasar. Karena disana gak ada marka menuju TN. Meru Betiri.
35 km kami tempuh, sampai juga kami di POS 1 TN. Meru Betiri pada pukul 14.30. Disana kami mengurus administrasi untuk nge-camp satu malam di Rajegwesi. Kemudian kami sejenak istirahat, shalat, makan, dan mandi di base camp TN. Meru Betiri.
Melanjutkan perjalanan menuju tempat nge-camp

Rajegwesi
Perut kenyang, badan bersih..lanjut perjalanan ke Tempat nge-camp. Perjalanan dari POS 1 ke tempat camp gak begitu jauh hanya 1 km saja. Untuk sampai ke tempat nge-camp kami harus menyusuri beberapa hamparan pantai yang indah luas dan menawan terlebih dahulu. Diantaranya, pantai rajegwesi, pantai cermin, dan satu pantai tanpa nama.
Mirror Beach
Ini masih belum sampai tujuan utama saja sudah disuguhi pemandangan yang sangat eksotis. Gimana kalo sudah di green bay-nya. Yang pasti lebih dari ini semua :D

Abis mendirikan tenda
Beberapa pantai telah kami susuri..dan sampai juga di tempat nge-camp jam 16.45. Disana kami langsung mendirikan tenda untuk tempat bernaung satu malam. Selagi menunggu magrib tiba kami menikmati indahnya matahari terbenam dari padang savanna dan diiringi suara-suara kepik yang saling bersahutan di hutan.

Menatap bulan purnama
Matahari pun mulai menghilang ke ufuk barat. Kami kembali ke tenda untuk beribadah dan menyiapkan makan malam kami. Makannya sangat sederhana, hanya dengan roti bakar, mie instant, dan minum susu di bawah sinar sang bulan purnama yang terang sudah cukup untuk energi kita semalam dan mendaki bukit menuju teluk hijau esok pagi.
Tak terasa, malam mulai larut. Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Kami berenam tepar semua dan tidur untuk menyimpan tenaga buat perjalanan besok pagi.
*Krriiiiiiiiiiiiiiinnnnnnggggggggggggg* alarm berbunyi. Gak kerasa, tidur rasanya kayak yang sebentar banget. Mungkin karna terlalu capek. Saya lihat jam tangan udah jam 3 pagi. Kami semua langsung bangun dari tidur, mulai mem-pack barang kami masing-masing dan membongkar tenda.
Target kami pada saat matahari terbit, kami harus sudah sampai di teluk hijau. Maka kami mulai berjalan menuju teluk hijau melewati bebatuan berlenggak lenggok, mendaki bukit, dan menyusuri beberapa pantai dengan pencahayaan seadanya.
Tiba di Green Bay
Alhamdulillah, 180 menit kemudian tepat sesuai dengan target kami, yaitu kami tiba di Teluk Hijau tepat pada saat matahari menampakkan sinarnya dari ufuk timur.
Green Bay
Eksotis men pantainya.. bener-bener hijau. Sesuai dengan namanya “Teluk Hijau”. Dengan pasir yang sangat putih belum ternodai oleh tangan-tangan jahil men, disana juga terdapat sebuah air terjun dengan ketinggian 9 meter yang mengalirnya hanya pada bulan-bulan tertentu karna musiman.
Akhirnya pukul 8 pagi setelah kami berenam puas foto-foto, berenang, dan menikmati indahnya panoramana alam ciptaanNYA dengan berjuta rasa capek dan berjuta kenangan. Kami meninggalkan jejak kaki, mengambil foto, dan telah membunuh waktu di TN. Meru Betiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar